Jumat, 23 Januari 2015

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SD NEGERI KARANGLO 02 KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SD NEGERI  KARANGLO 02 KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES


Disusun dan  Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir
Mata Kuliah
Program S1 Perpustakaan Universitas Terbuka












Oleh
ACHMAD SOHEDIN
NIM : 019313796





UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) PURWOKERTO
POKJAR SLAWI KABUPATEN TEGAL
2014




PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SD NEGERI  KARANGLO 02 KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES

ACHMAD SOHEDIN
NIM : 019313796

S1 ILMU PERPUSTAKAAN

ABSTRAK
Salah satu langkah yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar yang diharapkan perlu adanya kegiatan membaca. Untuk mengembangkan budaya membaca siswa SD Negeri Karanglo 02 diperlukan adanya minat baca. Dengan adanya perpustakaan di sekolah SD Negeri Karanglo 02 maka diharapkan dapat membantu meningkatkan minat baca siswa serta sebagai penunjang proses belajar mengajar. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan pengumpulan data. Dari hasil pengamatan siswa yang mengunjungi perpustakaan sekolah sangat sedikit, dan hasil dari penyebaran angket sebanyak 50 koresponden diperoleh data minat siswa 18% dan kurang berminat 42%. Penyebab dari kurang minatnya siswa berkunjung keperpustakaan yaitu: dari koleksi buku yang jarang diperbarui, suasana pepustakaan, dan kurang baiknya pelayanan. Dari penyebab tersebut peneliti melakukan beberapa usaha agar minat siswa meningkat yaitu dengan cara memperbarui koleksi buku, Sekolah juga harus menyediakan bahan bacaan yang dapat menarik minat siswa terhadap perpustakaan,merubah suasana perrpustakaan dan memberika layanan yang baik kepada siswa. Setelah data dianalisis maka memperoleh hasil, bahwa siswa SD Negeri Karanglo 02 sebelum penulis melakukan penelitian minat berkunjung keperpustakaam sangat sedikit, tetapi setelah peneliti melakukan beberapa usaha yang menyebabkan siswa jarang berkunjung keperpustakaan meningkat. Perpustakaan sekolah sangat berperan meningkatkan minat baca siswa. 

Kata Kunci : Peranan, Perpustakaan, Minat




PENDAHULUAN
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta mampu mengembangkan kualitas, kecerdasan tinggi dan budi pekerti luhur. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya kualitas dan hasil pendidikan melalui perbaikan dan penyempurnaan proses belajar mengajar di sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu komponen yang turut menentukan tujuan yang telah ditetapkan.
Perpustakaan sekolah adalah unit kerja yang mengumpulkan karya-karya siswa sebagai perwujudan cipta, rasa dan karsa manusia yang dapat menghimpun atau mengadakan dan menyebarluaskan informasi kepada warga sekolah (Arif Surachman, 2007 : 2). Oleh sebab itu perpustakaan sekolah harus diciptakan sedemikian rupa agar benar-benar berfungsi sebagai penunjang proses belajar mengajar.
Ternyata dengan adanya fasilitas perpustakaan di SD Negeri Karanglo 02, tidak membuat perpustakaan tersebut ramai dikunjungi oleh siswa. Hal ini terlihat dari buku pengunjung yang tersedia di perpustakaan. Sangat sedikit siswa yang berkunjung dan kalaupun berkunjung mungkin hanya sebagai pengamat. Masalah mengenai minat baca dikalangan siswa bukan merupakan hal baru yang dibahas berbagai kalangan.
Jadi, penulis menilai bahwa usaha untuk mensosialisasikan peranan perpustakaan dalam meningkatkan  kegiatan membaca dikalangan siswa SD Negeri Karanglo 02, sesuai dengan asumsi dasar bahwa membaca adalah kegiatan penting, belum mampu dilaksanakan secara maksimal oleh siswa SD Negeri Karanglo 02.
Berdasarkan pemikiran diatas, maka penulis mencoba menyusun sebuah Karya Ilmiah dengan Judul : “Peranan Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes “ dari judul tersebut, penulis akan membahas beberapa masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana peranan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes?
2.      Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes?
Berdasarkan permasalahan tersebut, disini penulis mempunyai tujuan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Mendeskripsikan peranan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes.
2.      Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes.
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
1.      Peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa
2.      Cara–cara agar perpustakaan sekolah benar–benar dapat meningkatkan minat baca siswa

METODE PENELITIAN
Ditinjau dari penelitiannya, karya ilmiah ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini untuk mengumpulkan informasi atau data tentang minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02 yang dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan tepatnya pada tanggal 01 September – 30 September 2014. Sebagai objek siswa SD Negeri Karanglo 02 dan sebagai tempat penelitian Perpustakaan SD Negeri Karanglo 02
Dalam penelitian ini penulis menentukan langkah-langkah berupa kegiatan pemecahan masalah yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut :
1.      Tahap Persiapan
a.             Diskusi dengan guru
Aspek-aspek yang ditanyakan adalah sebagai berikut :
·         Bagaimana keadaan perpustakaan di SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes?
·         Adakah petugas khusus perpustakaan?
·         Adakah siswa yang berkunjung untuk meminjam buku diperpustakaan?
·         Bagaimana sistem peminjaman buku yang diterapkan selama ini?
2.      Melihat keadaan perpustakaan
3.      Peneliti berperan sebagai pustakawan
4.      Tahap Pelaksanaan
a.       Guru memperkenalkan buku–buku kepada siswa yang tersedia di perpustakaan SD Negeri karanglo 02
b.      Peneliti memberikan pelayanan berupa pinjaman dan pengembalian buku
5.      Tahap Pelaporan
a.       Mengidentifikasi dan mengobservasi siswa SD Negeri Karanglo 02 yang mengunjungi perpustakaan sekolah
b.      Menganalisis dan mencari jawaban rumusan masalah tentang minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02.
Dengan adanya pertimbangan dan berdasarkan permasalahan, maka dalam penelitian menggunakan metode pengumpulan data yaitu :
1.      Teknik Observasi, penulis melakukan observasi tentang pengamatan siswa yang mengunjungi perpustakaan sekolah guna mengetahui minat baca siswa dalam membaca buku perpustakaan di SD Negeri Karanglo 02.
2.      Teknik Angket, Penggunaan angket dalam penelitian ini adalah angket langsung dan tertutup. Maksudnya, yaitu angket tersebut diberikan kepada responden secara langsung dan tanpa perantara dan sudah disediakan suatu jawaban sehingga siswa tinggal memilih. Teknik angket ini adalah untuk mengetahui minat baca siswa  dalam membaca buku perpustakaan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian yang akan penulis uraikan berupa jawaban hasil diskusi dengan guru, data observasi atas kunjungan siswa di sajikan dalam bentuk tabel dan grafik, data dari pembagian angket tentang minat membaca di perpustakaan SD Negeri Karanglo 02.

1.      Data Hasil Diskusi dengan Guru
·         Keadaan perpustakaan selama dua tahun terakhir ini tidak berjalan secara optimal.
·         Belum ada petugas khusus atau pustakawan yang ditunjuk oleh sekolah untuk bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perpustakaan.
·         Ada beberapa siswa yang meminjam buku hanya apabila ada tugas dari guru kelas yang memberikan tugas berhubungan tentang perpustakaan.
·         Yang menangani semua ini biasanya petugas administrasi Sekolah.
·         Buku yang dipinjam dicatat dan dikembalikan sesuai kesepakatan.

2.      Data Hasil Observasi 
Dari pengamatan yang dilakukan oleh penulis pada saat jam istirahat, sangat jarang atau mungkin tidak ada siswa SD Negeri Karanglo 02 yang mengunjungi perpustakaan. Hal ini dibuktikan dari daftar buku pengunjung yang hanya terisi sekitar lima sampai sepuluh orang dari semester pertama hingga hari pertama penulis penelitian. Tujuan dari pengamatan observasi, untuk mengetahui secara langsung minat dari siswa SD Negeri Karanglo 02 terhadap perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes.

3.      Data Hasil Angket
Penulis menyebarkan sebanyak 50  angket yang dibagikan kepada 50 siswa  dari kelas 2 sampai 6 sebagai perwakilan dari setiap kelas 10 siswa yang menjadi responden. Angket tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang penulis teliti. Angket terdiri dari pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka.
TABEL 1.1 Informasi Minat Siswa SD Negeri Karanglo 02 terhadap Perpustakaan
No
Jumlah Siswa
Jumlah Siswa
Berminat
Kurang Berminat
Tidak Berminat
1
50 Orang
18
32
0
Persentase
36%
64%
0%

Dari hasiljawaban angket yang disajikan melalui tabel, terlihat bahwa siswa SD Negeri Karanglo 02 yang berminat terhadap perpustakaan sekolah lebih sedikit dibandingkan kelompok yang kurang berminat.
Minat siswa SD Negeri Karanglo 02 dikatakan kurang karena sebagian besar siswa mengunjungi perpustakaan jika ada tugas dari guru saja. Sebagian kecil lagi mengunjungi perpustakaan karena inisiatif sendiri yaitu untuk menambah koleksi kajian pustaka.
Dari hasil angket diperoleh 18% dari siswa SD Negeri Karanglo 02 berminat terhadap perpustakaan SD Negeri Karanglo 02, dan 64% lagi kurang berminat terhadap perpustakaan.
Berdasarkan hasil angket dan pengamatan pula, dapat diketahui kurangnya minat siswa SD Negeri Karanglo 02 terhadap perpustakaan disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor penyebab kurangnya minat siswa terhadap perpustakaan adalah sebagi berikut :
a.       Koleksi buku perpustakaan yang jarang diperbarui mengakibatkan siswa jarang ke perpustakaan sekolah.
b.       Suasana di perpustakaan yang tidak kondusif menyebabkan siswa malas mengunjungi perpustakaan.
c.       Kurang baiknya pelayanan yang diberikan oleh petugas perpustakaan terhadap para siswa.
Upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat siswa adalah melalui perbaikan, salah satu upaya perbaikan itu adalah memperbarui koleksi buku-buku pelajaran diperpustakaan. Sehingga siswa lebih sering untuk mengunjungi perpustakan. Selain itu penyediaan waktu khusus untuk siswa agar dapat belajar diperpustakaan. Sekolah juga harus menyediakan bahan bacaan yang dapat menarik minat siswa terhadap perpustakaan. Bahan bacaan tersebut antara lain buku-buku fiksi dan majalah. Sehingga siswa dapat menjadikan perpustakaan sebagai sarana penyegaran.
Suasana perpustakaan yang dapat menarik minat siswa harus dapat memberikan kenyamanan bagi siswa sehingga siswa merasa perpustakaan adalah tempat untuk menenangkan pikiran.
Hal yang paling utama membuat siswa enggan berkunjung ke perpustakaan sekolah adalah kurang pelayanan yang diberikan oleh pengurus perpustakaan. Tentu saja hal tersebut mengakibatkan minat siswa terhadap perpustakaan dapat dikatakan kurang.



PEMBAHASAN
Perpustakaan merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik brerupa buku maupun non buku.
Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar.
Liliawati (Sandjaja, 2005 ) mengartikan minat membaca adalah suatu perhatian yang kuat dan memdalam disertai dengan perasaan senang tarhadap kegiaan membaca sehingga dapat mengarakan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri. Ginting (2005) minat baca adalah bentuk-bentuk perilaku yang terarah guna melakukan kegiatan membaca sebagi tingkat kesenangan yang kuat dalam melakukan kegiatan membaca, minat membaca merupakan karakteristik tetap dari proses pembelajaran sepanjang hayat yang berkontribusi pada perkembangan, seperti memecahkan persoalan, memahami karakter orang lain, meenimbulkan rasa aman, hubungan interpersonal yang baik serta penghargaan yang bertambah terhadap aktivitas keseharian (cole, 1963; Eliot dkk, 2000; Sugiarto). Dari berbagai definisi minat membaca diatas peneliti menyimpulkan, bahwa minat membaca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan cenderung menetap dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapa menemukan makna tulisan dan memperoleh infomasi sebagai proses transmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat.
Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan, memperluas pengetahuan para siswa, membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu, memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik, efektif dan efisien terutama dalam menggunakan bahan–bahan referensi, menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler.
Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :
  1. Fungsi Edukatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, kecakapan berbahasa, gaya pikir yang rasional dan kritis.
  2. Fungsi Informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.
  3. Fungsi Administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
  4. Fungsi Rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.
  5. Fungsi Penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber/obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.
Bila diperhatikan secara jernih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan peranan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Peranan perpustakaan antara lain (Sinaga,2004:26):
  1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.
  2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis.
  3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.
  4. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.
  5. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.
  6. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.
  7. Kegairahan/ minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan,  maka peneliti menyimpulkan dari semua hasil penenelitian yang diperoleh sebagai berikut :
1.     Perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 dapat mengembangkan budaya membaca dan membantu siswa memperluas pengalamannya. Jadi perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 berperan meningkatkan minat baca siswa. 
2.     Koleksi Buku-buku paket dari Departemen Pendidikan Nasional yang sesuai dengan kurikulum. Jadi buku-buku di perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah.
Melihat dari fasilitas buku di perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 dapat meningkatkan minat baca siswa. Upaya yang dapat dilakukan adalah memperbarui fasilitas perpustakaan, penyediaan waktu khusus untuk mengunjungi perpustakaan, dan perbaikan pelayanan. Karena perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
B.     Saran
Berdasarkan dari peranan perpustakaan sekolah peneliti menyampaikan saran guna meningkatkan minat baca siswa sebagai berikut :

1.      Bagi Guru
a.       Guru Kelas hendaknya memberikan pengertian kepada siswa bahwa perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan minat baca siswa.
b.      Guru Kelas hendaknya menyelenggarakan perpustakaan sekolah secara nyata agar tercipta kondisi perpustakaan yang ideal, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa.
c.       Guru Kelas hendaknya memberikan tugas yang menyangkut dengan buku – buku yang ada diperpustakaan sekolah.
2.      Bagi Siswa, Sebaiknya :
a.       Sebagai siswa, seharusnya kita lebih sering mengunjungi perpustakaan untuk menambah pengetahuan dalam memahami pembelajaran sekolah.
b.      Siswa hendaknya mengisi waktu luangnya dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah karena dapat mengetahui hal-hal yang aktual, mengetahui tuntunan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Bagi Sekolah :
a.       Menambah koleksi buku yang lebih menarik, walaupun buku yang tersedia sudah cukup tetapi harus ditingkatkan lagi  sehingga siswa lebih tertarik membaca di perpustakaan dibanding lewat situs online
b.      Waktu yang disediakan sekolah untuk membaca di perpustakaan.
c.       Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
d.      Pihak sekolah menugaskan pengelola perpustakaan/pustakawan yang profesional dan kompeten

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Bastiano, Endang Sudarsono. 2008. Pembinaan Minat Baca. Jakarta : Universitas
Terbuka.
Hartinah, Sri. 2013. Metode Penelitian Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Kebudayaan ,dan Dep. Pend. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahayuningsih, F. 2007. Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Septiyantono, Tri. 2014. Literasi Informasi. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sinaga, Dian. 2004. Perpustakaan Sekolah peranannya dalam proses belajar mengajar. Jakarta : Kreasi Media Utama.
Surachman, Arif. 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah.
Makalah disampaikan  workshop untuk kepala sekolah, Guru, dan Komite Sekolah di Ambarawa, Jawa Tengah. Diakses melalui Http://arifs.staff.ugm.ac.id/mypaper/manpersek.Pdf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar