PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA
SD NEGERI KARANGLO 02 KECAMATAN
JATIBARANG KABUPATEN BREBES
Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir
Mata Kuliah
Program S1 Perpustakaan
Universitas Terbuka
Oleh
ACHMAD SOHEDIN
NIM : 019313796
Email : achmadsohedin@gmail.com
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN
POLITIK
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH
(UPBJJ) PURWOKERTO
POKJAR SLAWI KABUPATEN TEGAL
2014
PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA
SD NEGERI KARANGLO 02 KECAMATAN
JATIBARANG KABUPATEN BREBES
ACHMAD SOHEDIN
NIM : 019313796
S1 ILMU PERPUSTAKAAN
ABSTRAK
Salah satu langkah yang sangat menentukan
berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar yang diharapkan perlu adanya
kegiatan membaca. Untuk mengembangkan budaya membaca siswa SD Negeri Karanglo
02 diperlukan adanya minat baca. Dengan adanya perpustakaan di sekolah SD Negeri
Karanglo 02 maka diharapkan dapat membantu meningkatkan minat baca siswa serta
sebagai penunjang proses belajar mengajar. Metode yang digunakan yaitu analisis
deskriptif dan pengumpulan data. Dari hasil pengamatan siswa yang mengunjungi
perpustakaan sekolah sangat sedikit, dan hasil dari penyebaran angket sebanyak
50 koresponden diperoleh data minat siswa 18% dan kurang berminat 42%.
Penyebab dari kurang minatnya siswa berkunjung keperpustakaan yaitu: dari koleksi buku yang jarang diperbarui, suasana pepustakaan, dan kurang baiknya pelayanan. Dari
penyebab tersebut peneliti melakukan beberapa usaha agar minat siswa meningkat
yaitu dengan cara memperbarui koleksi buku, Sekolah juga harus menyediakan
bahan bacaan yang dapat menarik minat siswa terhadap perpustakaan,merubah
suasana perrpustakaan dan memberika layanan yang baik kepada siswa. Setelah data dianalisis
maka memperoleh hasil, bahwa siswa SD Negeri Karanglo 02 sebelum penulis
melakukan penelitian minat berkunjung keperpustakaam sangat sedikit, tetapi
setelah peneliti melakukan beberapa usaha yang menyebabkan siswa jarang
berkunjung keperpustakaan meningkat. Perpustakaan sekolah sangat berperan meningkatkan
minat baca siswa.
Kata Kunci : Peranan, Perpustakaan, Minat
PENDAHULUAN
Ilmu
pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai
dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama
belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika
ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang
mapan, membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani, memiliki
pengetahuan dan keterampilan serta mampu mengembangkan kualitas, kecerdasan
tinggi dan budi pekerti luhur. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya
kualitas dan hasil pendidikan melalui perbaikan dan penyempurnaan proses
belajar mengajar di sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu komponen
yang turut menentukan tujuan yang telah ditetapkan.
Perpustakaan
sekolah adalah unit
kerja yang mengumpulkan karya-karya siswa sebagai perwujudan cipta, rasa dan
karsa manusia yang dapat menghimpun atau mengadakan dan menyebarluaskan informasi
kepada warga sekolah (Arif Surachman, 2007 : 2). Oleh sebab itu perpustakaan sekolah
harus diciptakan sedemikian rupa agar benar-benar berfungsi sebagai penunjang proses
belajar mengajar.
Ternyata dengan adanya fasilitas
perpustakaan di SD Negeri Karanglo 02, tidak membuat perpustakaan tersebut
ramai dikunjungi oleh siswa. Hal ini terlihat dari buku pengunjung yang
tersedia di perpustakaan. Sangat sedikit siswa yang berkunjung dan kalaupun
berkunjung mungkin hanya sebagai pengamat. Masalah mengenai minat baca dikalangan siswa bukan merupakan
hal baru yang dibahas berbagai kalangan.
Jadi, penulis menilai bahwa usaha untuk mensosialisasikan
peranan perpustakaan dalam meningkatkan
kegiatan membaca dikalangan siswa SD Negeri Karanglo 02, sesuai dengan
asumsi dasar bahwa membaca adalah kegiatan penting, belum mampu dilaksanakan
secara maksimal oleh siswa SD Negeri Karanglo 02.
Berdasarkan pemikiran diatas, maka penulis mencoba menyusun sebuah Karya Ilmiah dengan Judul : “Peranan
Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa SD Negeri Karanglo 02
Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes “ dari
judul tersebut, penulis akan membahas beberapa masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana
peranan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri
Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes?
2.
Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan minat
baca siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes?
Berdasarkan permasalahan tersebut, disini
penulis mempunyai tujuan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.
Mendeskripsikan peranan perpustakaan sekolah
dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten
Brebes.
2. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar
dapat meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten
Brebes.
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang
dibahas dibatasi pada masalah :
1.
Peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa
2.
Cara–cara agar perpustakaan sekolah benar–benar dapat
meningkatkan minat baca siswa
METODE PENELITIAN
Ditinjau dari
penelitiannya, karya ilmiah ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini
untuk mengumpulkan informasi atau data tentang minat baca siswa SD Negeri
Karanglo 02 yang dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan tepatnya pada tanggal
01 September – 30 September 2014. Sebagai objek siswa SD Negeri Karanglo 02 dan
sebagai tempat penelitian Perpustakaan SD Negeri Karanglo 02
Dalam penelitian ini
penulis menentukan langkah-langkah berupa kegiatan pemecahan masalah yang akan
dilakukan yaitu sebagai berikut :
1.
Tahap Persiapan
a.
Diskusi dengan guru
Aspek-aspek yang
ditanyakan adalah sebagai berikut :
·
Bagaimana keadaan perpustakaan di SD Negeri Karanglo
02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes?
·
Adakah petugas khusus perpustakaan?
·
Adakah siswa yang berkunjung untuk meminjam buku
diperpustakaan?
·
Bagaimana sistem peminjaman buku yang diterapkan
selama ini?
2. Melihat keadaan
perpustakaan
3.
Peneliti berperan sebagai pustakawan
4.
Tahap Pelaksanaan
a.
Guru memperkenalkan buku–buku kepada siswa yang
tersedia di perpustakaan SD Negeri karanglo 02
b.
Peneliti memberikan pelayanan berupa pinjaman
dan pengembalian buku
5.
Tahap Pelaporan
a.
Mengidentifikasi dan mengobservasi siswa SD
Negeri Karanglo 02 yang mengunjungi perpustakaan sekolah
b.
Menganalisis dan mencari jawaban rumusan masalah
tentang minat baca siswa SD Negeri Karanglo 02.
Dengan adanya
pertimbangan dan berdasarkan permasalahan, maka dalam penelitian menggunakan
metode pengumpulan data yaitu :
1.
Teknik Observasi, penulis melakukan observasi
tentang pengamatan siswa yang mengunjungi perpustakaan sekolah guna mengetahui
minat baca siswa dalam membaca buku perpustakaan di SD Negeri Karanglo 02.
2.
Teknik Angket, Penggunaan angket dalam
penelitian ini adalah angket langsung dan tertutup. Maksudnya, yaitu angket
tersebut diberikan kepada responden secara langsung dan
tanpa perantara dan sudah disediakan suatu jawaban sehingga siswa tinggal
memilih. Teknik angket ini adalah untuk mengetahui minat
baca siswa dalam membaca buku perpustakaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian yang
akan penulis uraikan berupa jawaban hasil diskusi dengan guru, data observasi
atas kunjungan siswa di sajikan dalam bentuk tabel dan grafik, data dari
pembagian angket tentang minat membaca di perpustakaan SD Negeri Karanglo 02.
1.
Data Hasil Diskusi dengan Guru
·
Keadaan perpustakaan selama
dua tahun terakhir ini tidak berjalan secara optimal.
·
Belum ada petugas khusus atau pustakawan yang
ditunjuk oleh sekolah untuk bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perpustakaan.
·
Ada beberapa siswa yang meminjam buku hanya apabila
ada tugas dari guru kelas yang memberikan tugas berhubungan tentang
perpustakaan.
·
Yang menangani semua ini biasanya petugas
administrasi Sekolah.
·
Buku yang dipinjam dicatat dan dikembalikan
sesuai kesepakatan.
2. Data Hasil
Observasi
Dari
pengamatan yang dilakukan oleh penulis pada saat jam istirahat, sangat jarang
atau mungkin tidak ada siswa SD Negeri Karanglo 02 yang mengunjungi
perpustakaan. Hal ini dibuktikan dari daftar buku pengunjung yang hanya terisi
sekitar lima sampai sepuluh orang dari semester pertama hingga hari pertama
penulis penelitian. Tujuan dari pengamatan observasi, untuk mengetahui secara
langsung minat dari siswa SD Negeri Karanglo 02 terhadap perpustakaan SD Negeri
Karanglo 02 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes.
3. Data Hasil Angket
Penulis menyebarkan sebanyak 50 angket yang dibagikan kepada 50 siswa dari kelas 2 sampai 6 sebagai perwakilan dari setiap
kelas 10 siswa yang menjadi responden. Angket tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang
berhubungan dengan masalah yang penulis teliti. Angket terdiri dari pertanyaan
tertutup dan pertanyaan terbuka.
TABEL 1.1 Informasi Minat Siswa SD Negeri
Karanglo 02 terhadap Perpustakaan
|
No
|
Jumlah
Siswa
|
Jumlah
Siswa
|
||
|
Berminat
|
Kurang
Berminat
|
Tidak
Berminat
|
||
|
1
|
50
Orang
|
18
|
32
|
0
|
|
Persentase
|
36%
|
64%
|
0%
|
|
Dari
hasiljawaban angket yang disajikan melalui tabel, terlihat bahwa siswa SD
Negeri Karanglo 02 yang berminat terhadap perpustakaan sekolah lebih sedikit
dibandingkan kelompok yang kurang berminat.
Minat
siswa SD Negeri Karanglo 02 dikatakan kurang karena sebagian besar siswa mengunjungi
perpustakaan jika ada tugas dari guru saja. Sebagian kecil lagi mengunjungi
perpustakaan karena inisiatif sendiri yaitu untuk menambah koleksi kajian
pustaka.
Dari
hasil angket diperoleh 18% dari siswa SD Negeri Karanglo 02 berminat terhadap perpustakaan
SD Negeri Karanglo 02, dan 64% lagi kurang berminat terhadap perpustakaan.
Berdasarkan hasil angket dan pengamatan pula,
dapat diketahui kurangnya minat siswa SD Negeri Karanglo 02 terhadap
perpustakaan disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor penyebab
kurangnya minat siswa terhadap perpustakaan adalah sebagi berikut :
a. Koleksi buku perpustakaan yang
jarang diperbarui mengakibatkan siswa jarang ke perpustakaan sekolah.
b. Suasana di perpustakaan yang
tidak kondusif menyebabkan siswa malas mengunjungi perpustakaan.
c. Kurang baiknya pelayanan yang
diberikan oleh petugas perpustakaan terhadap para siswa.
Upaya
yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat siswa adalah melalui
perbaikan, salah satu upaya perbaikan itu adalah memperbarui koleksi buku-buku
pelajaran diperpustakaan. Sehingga siswa lebih sering untuk mengunjungi
perpustakan. Selain
itu penyediaan waktu khusus untuk siswa agar dapat belajar diperpustakaan. Sekolah juga harus menyediakan bahan
bacaan yang dapat menarik minat siswa terhadap perpustakaan. Bahan bacaan
tersebut antara lain buku-buku fiksi dan majalah. Sehingga siswa dapat
menjadikan perpustakaan sebagai sarana penyegaran.
Suasana
perpustakaan yang dapat menarik minat siswa harus dapat memberikan kenyamanan
bagi siswa sehingga siswa merasa perpustakaan adalah tempat untuk menenangkan
pikiran.
Hal
yang paling utama membuat siswa enggan berkunjung ke perpustakaan sekolah
adalah kurang pelayanan yang diberikan oleh pengurus perpustakaan. Tentu saja hal tersebut
mengakibatkan minat siswa terhadap perpustakaan dapat dikatakan kurang.
PEMBAHASAN
Perpustakaan merupakan
bagian integral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik brerupa
buku maupun non buku.
Tujuan utama
penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan
bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya
adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler,
ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, mengembangkan bakat murid serta memantapkan
strategi belajar mengajar.
Liliawati (Sandjaja, 2005 ) mengartikan minat
membaca adalah suatu perhatian yang kuat dan memdalam disertai dengan perasaan
senang tarhadap kegiaan membaca sehingga dapat mengarakan seseorang untuk
membaca dengan kemauannya sendiri. Ginting (2005) minat baca adalah bentuk-bentuk
perilaku yang terarah guna melakukan kegiatan membaca sebagi tingkat kesenangan
yang kuat dalam melakukan kegiatan membaca, minat membaca merupakan
karakteristik tetap dari proses pembelajaran sepanjang hayat yang berkontribusi
pada perkembangan, seperti memecahkan persoalan, memahami karakter orang lain,
meenimbulkan rasa aman, hubungan interpersonal yang baik serta penghargaan yang
bertambah terhadap aktivitas keseharian (cole, 1963; Eliot dkk, 2000; Sugiarto). Dari berbagai definisi
minat membaca diatas peneliti menyimpulkan, bahwa minat membaca merupakan
aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan cenderung menetap dalam
rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapa
menemukan makna tulisan dan memperoleh infomasi sebagai proses transmisi
pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat.
Namun secara
operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan
program di sekolah, diantaranya adalah membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan, memperluas pengetahuan para siswa, membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan
daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu, memberikan
kesempatan kepada siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka
dengan baik,
efektif dan efisien terutama dalam menggunakan bahan–bahan referensi, menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program
kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra
kurikuler.
Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka
dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :
- Fungsi
Edukatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan
kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan
daya ekspresi, kecakapan berbahasa, gaya pikir yang rasional dan kritis.
- Fungsi
Informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat
informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan
uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat
memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang
diperlukannya.
- Fungsi
Administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan,
penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan
sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
- Fungsi
Rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan
juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan
bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu
senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.
- Fungsi
Penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai
sumber/obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.
Bila diperhatikan secara jernih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya
memberikan peranan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Peranan
perpustakaan antara lain (Sinaga,2004:26):
- Perpustakaan
merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.
- Perpustakaan
merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa
untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis.
- Perpustakaan
akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai
tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.
- Perpustakaan
akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan
memperluas perbendaharaan bahasa.
- Perpustakaan
dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan
apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.
- Perpustakaan
merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.
- Kegairahan/
minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat
berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menyimpulkan dari semua hasil
penenelitian yang diperoleh sebagai berikut :
1.
Perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 dapat mengembangkan budaya
membaca dan membantu siswa memperluas pengalamannya. Jadi perpustakaan SD Negeri
Karanglo 02 berperan meningkatkan minat baca siswa.
2.
Koleksi Buku-buku paket dari
Departemen Pendidikan Nasional yang sesuai dengan kurikulum. Jadi buku-buku di
perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 dapat menunjang proses
belajar mengajar di sekolah.
Melihat dari fasilitas buku di perpustakaan SD Negeri Karanglo 02 dapat meningkatkan minat
baca siswa. Upaya
yang dapat dilakukan adalah memperbarui fasilitas perpustakaan, penyediaan
waktu khusus untuk mengunjungi perpustakaan, dan perbaikan pelayanan. Karena perpustakaan sangat penting dan harus ada
pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan. Pengelolaan perpustakaan harus
dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
B. Saran
Berdasarkan
dari peranan perpustakaan sekolah peneliti menyampaikan saran guna
meningkatkan minat baca siswa sebagai berikut :
1.
Bagi Guru
a. Guru Kelas hendaknya memberikan
pengertian kepada siswa bahwa perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana
dalam meningkatkan minat baca siswa.
b. Guru Kelas hendaknya
menyelenggarakan perpustakaan sekolah secara nyata agar tercipta kondisi
perpustakaan yang ideal, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa.
c. Guru Kelas hendaknya memberikan
tugas yang menyangkut dengan buku – buku yang ada diperpustakaan sekolah.
2. Bagi Siswa, Sebaiknya :
a. Sebagai siswa, seharusnya kita lebih
sering mengunjungi perpustakaan untuk menambah pengetahuan dalam memahami
pembelajaran sekolah.
b. Siswa hendaknya mengisi waktu
luangnya dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah karena dapat mengetahui
hal-hal yang aktual, mengetahui tuntunan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
- Bagi Sekolah :
a. Menambah
koleksi buku yang lebih menarik, walaupun buku yang tersedia sudah cukup tetapi harus ditingkatkan
lagi sehingga siswa lebih tertarik membaca di perpustakaan dibanding
lewat situs online
b. Waktu yang disediakan sekolah untuk
membaca di perpustakaan.
c. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan
fungsinya.
d. Pihak
sekolah menugaskan pengelola perpustakaan/pustakawan
yang profesional dan
kompeten
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2002.
Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Bastiano, Endang Sudarsono. 2008. Pembinaan Minat Baca. Jakarta : Universitas
Terbuka.
Hartinah, Sri. 2013. Metode
Penelitian Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Kebudayaan
,dan Dep. Pend. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Rahayuningsih, F. 2007. Pengelolaan
Perpustakaan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Septiyantono, Tri. 2014. Literasi
Informasi. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sinaga, Dian. 2004. Perpustakaan
Sekolah peranannya dalam proses belajar mengajar. Jakarta : Kreasi Media
Utama.
Surachman, Arif. 2007. Manajemen
Perpustakaan Sekolah.
Makalah disampaikan workshop untuk kepala sekolah, Guru, dan
Komite Sekolah di Ambarawa, Jawa Tengah. Diakses melalui Http://arifs.staff.ugm.ac.id/mypaper/manpersek.Pdf.
